Sabtu, 31 Juli 2010 20:21 WIB
BANGKALAN--MI: Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, ajaran Ahmadiyah sesat, karena telah menyimpang dari Alquran dan tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.
Pernyataan ini disampaikan Suryadharma Ali di Madura, Jawa Timur Sabtu, saat menghadiri acara peresmian gedung Madrasah Aliyah (MA) Al-Hamidiyah, Desa Senasen, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan.
"Setelah dilakukan musyawarah akhirnya kami memutuskan bahwa ajaran Ahmadiyah itu memang sesat," katanya.
Suryadharma Ali menjelaskan, pihaknya kini sudah membuat keputusan bersama bahwa ajaran Ahmadiyah dilarang keras. Karena itu, kata dia, menyebarkan ajarannya di Indonesia tidak diperbolehkan.
Ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas jika menemukan ajaran Ahmadiyah yang berkembang di lingkungan masyarakat. "Kami minta polisi bertindak, jika menemukan ajaran Ahmadiyah yang berkembang di Masyarakat," tegas Suryadharma Ali.
Ia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak menggunakan kekerasan jika menemukan ada masyarakat yang menyebarkan ajaran Ahmadiyah. Masyarakat, kata dia, sebaiknya melaporkan kepada petugas berwenang, seperti polisi, sehingga petugas yang nantinya akan mengamankan mereka.
"Jangan berbuat kekerasan. Sebab agama Islam tidak menyukai kekerasan," kata Suryadharma Ali.
Seusai menghadiri peresmian gedung MA Al-Hamidiyah, Menag Suryadharma Ali selanjutnya bersama robongan melakukan kunjungan ke pondok pesantren An-Nuqoyah, Sumenep. (Ant/OL-2)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/31/159198/91/14/Menteri-Agama-Tegaskan-Ajaran-Ahmadiyah-Sesat
Selasa, Agustus 31, 2010
MUI Minta Presiden Larang Ahmadiyah Selasa, 31 Agustus 2010, 11:45 WIB
01.51
No comments
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa Ahmadiyah banyak melakukan pelanggaran sejak dikeluarkannya SKB pada 2008 lalu. MUI terus melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Ahmadiyah. Pelanggaran terjadi dalam banyak hal seperti melakukan penyimpangn penafsiran dari pokok-pokok agama.
''Penyimpangan ini menimbulkan dampak yakni melakukan kebebasan merusak agama. Dalam Konstitusi NKRI UU D 1945 pasal 28 J menyatakan bahwa kebebasan beragama dibatasi UU,'' tegas Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen MUI dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Selasa (31/8).
Dikatakan Amirsyah, MUI sepakat dengan Menteri agama yang menegaskan bahwa Ahmadiyah sebaiknya dibubarkan saja. ''Keputusan Bersama dapat ditindaklanjuti Apabila kegiatan itu terus dilakukan oleh sebuah organisasi maka Presiden dapat membubarkan organisasi itu dan menyatakan organisasi atau aliran tersebut sebagai organisasi/aliran terlarang, satu dan lain setelah Presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri,'' tandas Amirsyah.
Menurutnya, jelas-jelas dalam SKB itu tercantum bahwa memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.
''Jemaat Ahmadiyah tetap melakukan aktivitas dalam bentuk Menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu. JAI tidak menghargai SKB bahkan melecehkan SKB dalam bentuk propokasi. Oleh karena itu perlu sanksi yang tegas,'' tegasnya.
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/31/132734-mui-minta-presiden-larang-ahmadiyah
''Penyimpangan ini menimbulkan dampak yakni melakukan kebebasan merusak agama. Dalam Konstitusi NKRI UU D 1945 pasal 28 J menyatakan bahwa kebebasan beragama dibatasi UU,'' tegas Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen MUI dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Selasa (31/8).
Dikatakan Amirsyah, MUI sepakat dengan Menteri agama yang menegaskan bahwa Ahmadiyah sebaiknya dibubarkan saja. ''Keputusan Bersama dapat ditindaklanjuti Apabila kegiatan itu terus dilakukan oleh sebuah organisasi maka Presiden dapat membubarkan organisasi itu dan menyatakan organisasi atau aliran tersebut sebagai organisasi/aliran terlarang, satu dan lain setelah Presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri,'' tandas Amirsyah.
Menurutnya, jelas-jelas dalam SKB itu tercantum bahwa memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.
''Jemaat Ahmadiyah tetap melakukan aktivitas dalam bentuk Menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu. JAI tidak menghargai SKB bahkan melecehkan SKB dalam bentuk propokasi. Oleh karena itu perlu sanksi yang tegas,'' tegasnya.
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/31/132734-mui-minta-presiden-larang-ahmadiyah
Kamis, Agustus 19, 2010
IBU
01.33
No comments
Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan...
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...
Di saat Ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...
Bayangkan Ibumu sudah tiada...
Apakah kamu cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya...
Kirim pesan ini pada semua... Itupun kalau kamu sayang Ibumu dan mau mengingatkan teman2mu. Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita... Ibu bukan tempat penititipan cucunya di saat anda jalan-jalan, tetapi di saat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang & hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia di saat dia membutuhkan anda, itu saja..... Beliau sudah bahagia sekali............. dan melupakan semua hutang anda kepadanya
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...
Di saat Ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...
Bayangkan Ibumu sudah tiada...
Apakah kamu cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya...
Kirim pesan ini pada semua... Itupun kalau kamu sayang Ibumu dan mau mengingatkan teman2mu. Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita... Ibu bukan tempat penititipan cucunya di saat anda jalan-jalan, tetapi di saat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang & hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia di saat dia membutuhkan anda, itu saja..... Beliau sudah bahagia sekali............. dan melupakan semua hutang anda kepadanya
Langganan:
Postingan (Atom)




























